Nefrologi

SPESIALISASI

Nefrologi

Transplantasi ginjal adalah pilihan pengobatan untuk pasien dengan kondisi Gagal Ginjal Stadium Akhir (ESRD) yang memenuhi syarat.

Penyakit ginjal kronis merupakan masalah kesehatan utama di banyak negara yang mempengaruhi lebih dari jutaan orang di seluruh dunia dan memberikan beban berat pada pasien, keluarga mereka dan sistem perawatan kesehatan negara.

 

Terkadang, bagian dari solusi untuk gagal ginjal adalah transplantasi ginjal. Transplantasi ginjal adalah prosedur pembedahan di mana ginjal yang sehat dari pendonor hidup atau mati ditempatkan ke seseorang yang ginjalnya tidak lagi berfungsi dengan baik.

 

Daftar Sekarang atau Buat Pertanyaan jika anda memiliki pertanyaan lebih lanjut.

Transplantasi ginjal adalah pilihan pengobatan untuk pasien dengan kondisi Gagal Ginjal Stadium Akhir (ESRD) yang memenuhi syarat. Dibandingkan dengan cuci darah, transplantasi ginjal dikaitkan dengan:

 

  • Kualitas hidup yang lebih baik
  • Risiko kematian lebih rendah
  • Lebih sedikit pembatasan diet
  • Biaya perawatan yang lebih rendah dalam jangka panjang

 

Daftar Sekarang atau Buat Pertanyaan jika anda memiliki pertanyaan lebih lanjut.

1) Pilihan

Anda melakukan penelitian sendiri.

 

2) Keputusan

Mengidentifikasi Island Hospital sebagai rumah sakit pilihan anda untuk prosedur transplantasi ginjal (penerima dan pendonor dari luar negeri melakukan perjalanan ke Island Hospital Penang, Malaysia).

 

3) Konsultasi dan Evaluasi Pertama (3-5 Hari)

  1. Tinjauan klinis dan konsultasi dengan ahli nefrologi.
  2. Melakukan tes laboratorium, evaluasi medis dan kompatibilitas antara pendonor-penerima.
  3. Mengisi formulir aplikasi untuk Komite Persetujuan Transplantasi Tidak Terkait (UTAC)

 

4) Tunggu Hasil (dalam waktu 14 Hari)

Pasien dan pendonor menunggu di rumah.

 

5) Konsultasi dan Evaluasi kedua (2 Hari)

Konsultasi dengan ahli Nefrologi untuk mengetahui hasil dari tes sebelumnya.

 

6) Proses Persetujuan (30 Hari)

  1. Penilaian UTAC
  2. Pasien dan pendonor menunggu di rumah

 

7) Pendaftaran (1-2 Hari)

Penerima dan pendonor dari luar negeri melakukan perjalanan ke Island Hospital, Penang, Malaysia.

  1. Konsultasi dengan Ahli Anestesi
  2. Persiapan pra-operasi

 

8) Pembedahan (Perkiraan waktu selama 3 jam)

 

9) Rawat Inap (Perkiraan waktu selama 7 hari)

Penerima dan pendonor dari luar negeri tetap berada di Penang, Malaysia.

  1. Penerima : 7 hari (1 hari di ICU, 6 hari di bangsal umum)
  2. Pendonor : 6 hari (1 hari di ICU, 5 hari di bangsal umum)

 

10) Rawat Jalan (Perkiraan waktu selama 14 hari)

  1. Penerima : Kembali ke Island Hospital untuk melepas stent saat 14 hari pasca operasi.
  2. Pendonor : Dapat kembali ke rumah pada hari ke-10 pasca operasi.

 

11) Anjuran saat di Rumah

  1. Ikuti saran diet dan gaya hidup medis.
  2. Lakukan penyesuaian yang diperlukan untuk kembali ke gaya hidup normal.
  3. Proses tindak lanjut oleh dokter di negara asal atau kembali ke Island Hospital.

Fungsi Ginjal Normal

Kebanyakan orang dilahirkan dengan dua ginjal di kedua sisi tulang belakang, di belakang organ perut dan di bawah tulang rusuk. Ginjal berbentuk seperti kacang merah. Ginjal melakukan beberapa fungsi utama untuk menjaga tubuh tetap hidup dan sehat. Ginjal kita:

  1. menyaring darah untuk membuang produk limbah dengan mengeluarkannya dari tubuh melalui urin, serta mengembalikan air dan bahan kimia yang dibutuhkan kembali ke tubuh
  2. mengatur tekanan darah dengan melepaskan beberapa hormon
  3. merangsang produksi sel darah merah dengan melepaskan hormon eritropoietin.

 

Ketika bekerja dengan baik, ginjal menghasilkan urin. Urin kemudian dibawa ke kandung kemih melalui ureter seperti pipa. Urin tetap berada di kandung kemih sampai tubuh merasakan sensasi penuh dan dengan demikian tubuh akan melepaskan urin dari kandung kemih melalui uretra.

 

Apa itu gagal ginjal?

Ketika ginjal berhenti bekerja, produk limbah dan metabolit mulai terakumulasi dalam darah, yang menyebabkan gagal ginjal. Jika berlanjut (dalam kondisi kronis), penyakit ginjal stadium akhir akan terjadi dan memerlukan cuci darah atau transplantasi.

 

Penyebab umum penyakit ginjal stadium akhir

  1. Diabetes mellitus (Tipe 1 dan 2)
  2. Tekanan darah tinggi
  3. Glomerulonefritis (sekelompok penyakit yang melukai bagian ginjal yang menyaring darah (disebut sebagai glomeruli), ditandai terutama oleh adanya darah atau protein dalam urin dan edema)
  4. Penyakit ginjal polikistik (kelainan genetik yang menyebabkan banyak kista berisi cairan tumbuh di ginjal)
  5. Masalah anatomi yang parah di saluran kemih

 

Perawatan untuk Penyakit Ginjal Stadium Akhir

Perawatan untuk penyakit ginjal stadium akhir adalah:

  1. Hemodialisis – proses mekanis untuk membersihkan darah dari berbagai produk limbah
  2. Dialisis peritoneal – produk limbah dikeluarkan dengan memberikan larutan kimia melalui rongga perut
  3. Transplantasi ginjal.

 

Meskipun tidak satu pun dari perawatan ini bisa menyembuhkan penyakit ginjal stadium akhir, transplantasi mungkin menawarkan pilihan terbaik menuju kehidupan normal karena ginjal yang ditransplantasikan dapat menggantikan ginjal yang telah rusak. Namun, ini juga melibatkan ketergantungan seumur hidup pada obat-obatan (yang mungkin memiliki efek samping yang parah) untuk memastikan ginjal yang ditransplantasikan bekerja dengan baik.

 

Dalam beberapa kasus, pasien cuci darah yang juga memiliki masalah medis yang parah seperti kanker atau infeksi aktif bukanlah kandidat yang cocok untuk transplantasi ginjal.

Jenis transplantasi ginjal yang dilakukan di Island Hospital

Transplantasi ginjal adalah pemindahan ginjal yang sehat dari satu orang ke dalam tubuh orang yang memiliki lebih sedikit atau tanpa fungsi ginjal. Biasanya, transplantasi ginjal dapat dilakukan dari pendonor yang sudah meninggal ataupun pendonor yang masih hidup. Di Island Hospital, kami hanya melakukan prosedur dengan pendonor yang masih hidup.

Transplantasi Ginjal Pendonor Hidup

Transplantasi Ginjal Pendonor Hidup vs. Transplantasi Ginjal Pendonor yang sudah Meninggal

Transplantasi dari pendonor hidup memiliki banyak keuntungan dibandingkan dengan dari pendonor yang sudah meninggal, alasan utamanya karena memiliki tingkat keberhasilan yang jauh lebih tinggi. Alasan lainnya termasuk sebagai berikut:

Living Donor Kidney Transplant
Deceased Donor Kidney Transplant
The transplanted kidney generally works immediately after the transplant.The transplanted kidney could possibly take several days or weeks to function normally.
The transplant can be scheduled, giving the recipient and donor preparation time.There is no way to know when a deceased donor kidney will be available, and surgery must be performed immediately after it is available.
A lower risk of rejection, especially if the kidney is donated by a blood relative.A higher risk of rejection by the body.
Potentially reduces the waiting time to receive a kidney transplant.The average wait time could be from three to five years or longer.

Mengapa transplantasi ginjal dilakukan?

Ada pro dan kontra untuk kedua prosedur baik cuci darah maupun transplantasi ginjal.

 

Meskipun transplantasi ginjal adalah pengobatan pilihan untuk Gagal Ginjal Tahap Akhir (ESRD), prosedur ini mungkin tidak cocok untuk semua orang karena ada sejumlah faktor yang perlu dipertimbangkan. Untuk memastikan keamanan serta umur panjang bagi pasien dan pendonor, kondisi berikut harus dipertimbangkan sebelum menjalani prosedur.

 

Transplantasi ginjal mungkin tidak bisa dilakukan oleh semua orang . Termasuk orang yang memiliki/sedang:

  1. infeksi aktif,
  2. kelebihan berat badan yang parah,
  3. lanjut usia,
  4. penyakit jantung parah,
  5. dirawat karena kanker,
  6. penyakit mental yang tidak terkontrol dengan baik,
  7. demensia,
  8. penyalahgunaan alkohol atau narkoba, dan
  9. faktor lain yang dapat memengaruhi kemampuan mereka untuk menjalani prosedur dengan aman dan meminum obat yang diperlukan untuk mencegah penolakan organ

Risiko dan komplikasi dari transplantasi ginjal

Operasi transplantasi ginjal membawa berbagai risiko komplikasi yang signifikan, termasuk:

  1. Pendarahan
  2. Pembekuan darah
  3. Kanker yang dapat ditularkan melalui ginjal yang disumbangkan
  4. Kematian
  5. Gagal ginjal yang disumbangkan
  6. Serangan jantung
  7. Infeksi
  8. Infeksi dari pendonor
  9. Kebocoran dari atau penyumbatan tabung (ureter) yang menghubungkan ginjal ke kandung kemih
  10. Penolakan ginjal yang disumbangkan (meskipun jarang terjadi)
  11. Stroke
  12. Komplikasi urologis
  13. Komplikasi vaskular (pembekuan atau penyempitan pembuluh darah dan arteri)

 

Bahwa transplantasi ginjal adalah operasi besar. Oleh karena itu, mungkin memiliki beberapa risiko bedah yaitu:

  1. Reaksi alergi terhadap anestesi umum
  2. Pendarahan selama operasi
  3. Penyumbatan ureter
  4. Pembekuan darah
  5. Gagal ginjal yang disumbangkan
  6. Serangan jantung
  7. Infeksi
  8. Kebocoran dari ureter
  9. Limfokel (kumpulan cairan limfatik di dalam tubuh yang menyebabkan potensi gagal ginjal)
  10. Penolakan ginjal yang disumbangkan
  11. Stroke

 

Efek samping obat anti penolakan

Setelah transplantasi ginjal, pasien perlu minum obat untuk membantu mencegah tubuh mereka menolak ginjal dari pendonor. Namun, obat imunosupresan ini dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak menyenangkan seperti:

  1. Jerawat
  2. Penipisan tulang (osteoporosis)
  3. Kerusakan tulang (osteonekrosis)
  4. Diabetes
  5. Pertumbuhan atau kerontokan rambut yang berlebihan
  6. Tekanan darah tinggi
  7. Kadar kolesterol tinggi
  8. Risiko infeksi lebih tinggi
  9. Risiko kanker kulit tertentu lebih tinggi dan limfoma non-Hodgkin
  10. Bengkak (edema)
  11. Penambahan berat badan

 

Sebaiknya diskusikan dengan dokter anda mengenai risiko dan komplikasi ini namun pada pasien yang berada dalam kondisi optimal pasca operasi risiko ini umumnya jarang sekali terjadi.

Jika dokter anda menyarankan untuk melakukan transplantasi ginjal, anda perlu dirujuk ke rumah sakit transplantasi ginjal berlisensi, seperti Island Hospital. Anda juga dapat mengetahui apakah asuransi anda menanggung biaya transplantasi (pra-operasi, operasi dan pasca-operasi) serta memiliki panel rumah sakit untuk ditawarkan.

Saat anda berkonsultasi dengan ahli nefrologi kami di Island Hospital, kami dapat memberikan informasi mendalam tentang:

  1. Operasi (perawatan pra operasi dan pasca operasi)
  2. Risiko dan komplikasi yang termasuk
  3. Kelayakan donor
  4. Proses pengajuan dan persetujuan beserta jadwal bagi pasien dari luar negeri dan pendonor ialah orang asing
  5. Biaya yang diperlukan sebelum, selama dan pasca operasi transplantasi. Biaya juga termasuk tes awal, operasi, rawat inap di rumah sakit, dan janji temu lanjutan pasca operasi
  6. Layanan tambahan seperti pendampingan untuk mengatur perjalanan, rujukan hotel selama masa penyembuhan, serta rujukan lain yang terkait
  7. Pendekatan Tim Island Hospital dalam Transplantasi Ginjal

 

Di Island Hospital, fasilitas kami, tim dokter terpadu yang ahli dalam penyakit ginjal (ahli nefrologi), operasi transplantasi ginjal (ahli urologi), manajemen penyakit menular, dan spesialisasi lainnya difokuskan untuk kebutuhan pasien dan keluarganya. Ahli nefrologi, ahli bedah, dokter, perawat transplantasi, apoteker, dan lainnya bekerja sama untuk mengelola setiap aspek transplantasi ginjal pasien, mulai dari perencanaan hingga perawatan pasca operasi.

 

Fokus spesialis beserta sub-spesialisasi ini terpusat pada anda, maknanya, anda akan mendapatkan perhatian penuh dari seluruh tim sehingga tidak hanya akan mendapatkan satu pendapat. Pada saat yang sama, perawatan pasien dibahas di antara tim, hasil tes tersedia dengan cepat, serta janji temu dijadwalkan dan dikoordinasikan sehingga seluruh tim dapat bekerja sama untuk menentukan prosedur terbaik untuk anda.

Dokter Spesialis Bedah Transplantasi:

Dr. S. Sritharan

 

Dokter Spesialis Nefrologi:

Dr. Goh Huck Keen

Dr. Michelle Kao Pei Ching

Dr. Vijaya B Ramasamy

 

Profesional medis lainnya termasuk:

  1. Spesialis penyakit menular
  2. Dokter penyakit dalam
  3. Ahli anestesi
  4. Psikiater
  5. Ahli diet
  6. Perawat
  7. Koordinator medis
  8. Apoteker

 

Fasilitas di Island Hospital

  1. Unit Transplantasi Ginjal berlisensi lengkap dan berpengalaman yang menyediakan perawatan yang khusus dan komprehensif bagi pasien transplantasi.
  2. Fasilitas Unit Perawatan Intensif (ICU) untuk memastikan perawatan dan pemantauan pasca operasi berjalan tanpa halangan berarti
  3. Perawat ICU khusus yang terlatih dalam mendukung pasien melalui seluruh proses

Proses evaluasi dan menemukan kecocokan

Setelah anda memilih Island Hospital sebagai pusat transplantasi dan mendapatkan pendonor untuk anda, anda akan dievaluasi secara medis untuk menentukan apakah anda dan pendonor memenuhi persyaratan kelayakan untuk transplantasi ginjal, yang mungkin memakan waktu beberapa hari.

 

Tim akan menilai apakah anda dan pendonor:

  1. Cukup sehat untuk menjalani operasi dan menoleransi pengobatan pasca-transplantasi seumur hidup
  2. Memiliki permasalahan medis yang akan mempengaruhi keberhasilan transplantasi
  3. Bersedia dan mampu minum obat sesuai petunjuk dan mengikuti saran dari tim medis

 

Secara medis, donor ginjal bisa berasal dari pendonor hidup, pendonor yang sudah meninggal, pendonor yang memiliki hubungan kekerabatan, maupun orang asing. Namun, undang-undang transplantasi mungkin berbeda di tiap negara karena negara-negara tertentu mungkin memiliki kriteria berbeda tentang siapa yang boleh dan sah menjadi pendonor. Tim transplantasi kami akan mempertimbangkan beberapa faktor saat mengevaluasi apakah donor ginjal cocok untuk anda sebelum menyerahkan semua laporan pengujian ke Komite Persetujuan Transplantasi Tidak Terkait (UTAC) Malaysia untuk disetujui.

  1. Untuk pasien lokal Malaysia dengan pendonor tingkat satu atau dua dengan penerima, transplantasi dapat dilanjutkan tanpa memerlukan persetujuan etika tambahan (detail lebih lanjut di bawah ini)
  2. Semua pasien dari luar negeri (dengan pendonor yang dikenal maupun tidak) harus ditinjau oleh Komite Persetujuan Transplantasi Tidak Terkait (UTAC)

 

Setelah pemeriksaan medis anda memastikan bahwa anda adalah kandidat yang cocok untuk transplantasi ginjal, langkah selanjutnya adalah mengevaluasi kecocokan anda dan pendonor.

 

Semuanya pemeriksaan dimulai dengan cek darah untuk menentukan golongan darah pendonor anda dan melihat apakah itu cocok dengan anda. Jika cocok, dua tes darah lagi akan dilakukan (untuk pengecekkan jaringan dan pengujian silang serasi).

1. Golongan Darah (Kecocokan jenis ABO)

Kecocokan akan mudah didapatkan apabila antara pendonor dan penerima ginjal memiliki golongan darah yang sama. Hal Ini meningkatkan kemungkinan menerima ginjal baru bagi pasien.

 

Golongan darah adalah tes darah pertama untuk memeriksa kecocokan golongan darah antara pasien dan pendonor.

 

Jika golongan darah mereka tidak cocok, pendonor mungkin tidak dapat mendonorkan ginjalnya kepada pasien.

Tes darah sederhana dapat menentukan golongan darah. Empat golongan darah dasar adalah A, B, AB dan O. (Tipe O adalah golongan darah yang paling umum dan siapapun dari golongan darah apapun dapat menerima donor dari golongan darah O.)

Donor’s blood typeBlood types which can accept donor’s kidney
OO, A, B, AB
AA or AB
BB or AB
ABAB

2. Pengecekkan jaringan (atau uji genetik)

Pengecekkan jaringan (uji antigen leukosit (HLA)) adalah tes darah untuk mencocokkan jumlah antigen yang anda bagikan dengan penerima donor. Antigen ini dapat mengenali perbedaan antara jaringan tubuh keduanya. Tes ini juga membandingkan penanda genetik yang dapat mengetahui seberapa besar kemungkinan ginjal yang ditransplantasikan akan bertahan.

 

Setiap orang memiliki enam jenis antigen jaringan dasar (atau penanda) yang diturunkan secara merata dari orang tua mereka. Orang tua dan anak akan memiliki setidaknya 50 persen kecocokan sementara antara saudara kandung dapat memiliki kecocokan antara nol hingga 100 persen.

 

Jenis jaringan terbaik untuk anda adalah jika penerima donor memiliki enam dari enam antigen yang cocok (nol ketidakcocokan), sesuatu yang mungkin terjadi.

 

Tidak semua antigen harus cocok agar transplantasi bisa berhasil. Terkadang, hanya ada satu antigen yang cocok pun dapat bekerja dengan baik.

 

3. Uji silang serasi

Uji silang serasi adalah tes darah yang dilakukan setidaknya dua kali antara pendonor dan penerima donor untuk melihat apakah ada reaksi terhadap ginjal donor anda.

 

Uji ini melibatkan pencampuran sampel kecil darah anda dengan pendonor di laboratorium. Tes ini menentukan apakah antibodi dalam darah anda akan bereaksi terhadap antigen spesifik dalam darah pendonor.

 

Jika tidak ada reaksi, maka hasilnya adalah uji silang serasi negatif yang membuka jalan untuk operasi transplantasi dilakukan.

 

Meskipun anda telah lulus semua tes lain, namun jika ditemukan adanya uji silang serasi positif (maka tubuh anda akan menyerang ginjal baru), operasi tidak dapat dilakukan kecuali anda menjalani perawatan tambahan sebelum dan sesudah transplantasi untuk mengurangi risiko antibodi anda bereaksi terhadap ginjal donor anda.

 

Tes lainnya

Tes lain untuk anda dan pendonor dalam evaluasi donor yang mungkin memakan waktu beberapa hari meliputi:

  1. Tes fisik menyeluruh
  2. Tes darah
  3. Pengumpulan urin selama 24 jam
  4. Elektrokardiogram (EKG) bagi pasien di atas usia 50 tahun untuk mengecek apakah jantung mereka berdetak secara normal
  5. Rontgen dada
  6. CT scan dan/ atau MRI perut untuk melihat pembuluh darah serta struktur ginjal pasien
  7. Evaluasi psikologis
  8. Cek darah lanjutan, dalam tiga hingga tujuh hari setelah CT scan
  9. Tes lain yang diperlukan sesuai arahan dokter kami

 

Setelah melalui proses evaluasi, tim transplantasi ginjal kami akan mendiskusikan hasilnya dengan anda dan memberitahu apakah anda telah disetujui untuk menjadi kandidat transplantasi ginjal.

 

Pendonor ginjal yang masih hidup

Menemukan pendonor ginjal hidup yang bersedia adalah pilihan selain menunggu tersedianya ginjal dari pendonor yang sudah meninggal.

 

Biasanya anggota keluarga ialah yang paling mungkin menjadi pendonor hidup yang cocok. Tetapi transplantasi dari pendonor hidup yang berhasil juga umum terjadi pada ginjal yang disumbangkan dari pendonor yang memiliki hubungan emosional seperti sahabat. Kasus seperti ini harus mendapatkan persetujuan dari komite etik di Komite Persetujuan Transplantasi Tidak Terkait (UTAC) Malaysia, yang prosesnya memakan waktu sekitar 14 hari.

Tetap sehat

Tetap menjaga kesehatan dan aktif sangat penting baik saat anda sedang menunggu ginjal yang disumbangkan atau saat operasi transplantasi anda sudah direncanakan. Ini juga dapat membantu mempercepat pemulihan anda dari operasi. Berusahalah untuk:

  1. Minum obat anda seperti yang diinstruksikan
  2. Tetap berpegang pada pedoman diet dan aktivitas
  3. Hadir di semua janji temu dengan dokter anda
  4. Terlibat dalam kegiatan yang menyehatkan, termasuk bersantai dan menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman
  5. Tetap berhubungan dengan dokter anda dan beri tahu mereka tentang perubahan signifikan dalam kondisi medis anda.

 

Apa yang harus dibawa ke rumah sakit?

Berikut adalah beberapa saran untuk kenyamanan anda selama tinggal di rumah sakit:

  1. Daftar obat-obatan anda saat ini, termasuk dosis dan waktu anda meminumnya.
  2. Pengisi daya untuk ponsel anda.
  3. Barang-barang perawatan pribadi seperti handuk, sikat gigi, pasta gigi, pembersih gigi palsu, produk perawatan kulit, sisir, deodoran, alat rias dan/atau alat cukur.
  4. Wadah penyimpanan untuk kacamata atau lensa kontak anda jika anda memakainya. Beri label wadah dengan nama anda.
  5. Wadah penyimpanan dan baterai ekstra untuk alat bantu dengar anda jika anda memakainya. Beri label wadah dengan nama anda.
  6. Gaun/jubah anda sendiri jika anda tidak ingin memakai pakaian rumah sakit.
  7. Celana pendek atau pakaian dalam untuk dikenakan di bawah gaun/jubah rumah sakit anda.
  8. Pakaian hangat jika anda merasa kedinginan.
  9. Pakaian rumahan, termasuk kaus kaki, sepatu (dengan sol anti selip), pakaian dalam, kemeja dan celana longgar atau setelan olahraga.
  10. Tinggalkan Barang Berharga di rumah atau bersama keluarga anda. Anda mungkin ingin membawa sedikit uang untuk membeli koran atau majalah.

 

Apa yang mungkin ingin anda pikirkan jika anda hidup sendiri

Demi kenyamanan anda, ada beberapa hal yang mungkin ingin anda persiapkan sebelum prosedur:

  1. Siapkan air minum di rumah.
  2. Cari seseorang untuk membantu anda berkebun.
  3. Atur agar surat kabar serta surat untuk anda diletakkan di pintu bukan di luar, sesuai kebutuhan.
  4. Atur transportasi untuk mendapatkan bahan makanan serta untuk menghadiri janji temu dengan dokter dan pergi ke klinik daripada mengemudi seorang diri.
  5. Temukan seseorang untuk membantu merawat hewan peliharaan anda, jika diperlukan.
  6. Siapkan dan bekukan beberapa makanan sebelum operasi anda dilakukan.

 

Apa yang harus dilakukan sehari sebelum operasi

Beri tahu dokter anda jika anda memiliki perubahan dalam kondisi fisik anda (seperti demam, pilek, masalah gigi, sakit tenggorokan, masalah buang air kecil) atau kondisi kulit (ruam, luka). Pembedahan mungkin perlu ditunda.

(Lihat petunjuk tentang pedoman makanan dan minuman pra-operasi )

 

Apa yang harus dilakukan pada malam sebelum operasi (proses masuk mungkin 1 hari atau lebih sebelum operasi)

  1. Jangan makan makanan berat sebelum operasi.
  2. Minum semua obat yang diberikan rumah sakit.
  3. Mandi dengan sabun khusus. Mencuci kulit anda dengan sabun tersebut akan menghilangkan bakteri pada kulit. Ini juga membantu mencegah infeksi di sekitar sayatan. Untuk membersihkan kulit anda, lakukan langkah-langkah berikut:
    • Jangan gunakan sabun di wajah anda.
    • Cuci rektum dan area genital anda di akhir.
    • Bilas sabun dengan air biasa.
    • Keringkan diri anda dengan handuk bersih.
    • Jangan mengoleskan lotion pada kulit anda setelah dibersihkan.
  4. Jangan makan atau minum cairan apapun – bahkan air – setelah lewat tengah malam. Operasi anda dapat ditunda atau bahkan dibatalkan jika anda tidak mengikuti instruksi ini.

 

Apa yang harus dilakukan pada pagi hari operasi?

  1. Minum obat pagi anda sesuai petunjuk, dengan seteguk air.
  2. Keramas atau mandi dengan sabun khusus.
  3. Tiba di rumah sakit dua jam sebelum operasi anda.

 

Petunjuk tentang Makanan dan Minuman Sebelum Operasi

Berikut ini didasarkan pada waktu kedatangan anda ke rumah sakit, bukan waktu operasi yang dijadwalkan.

 

Merokok, Menguap, atau Mengunyah Tembakau: Jangan merokok, menguap, mengunyah tembakau, atau menggunakan produk tembakau lainnya hingga 24 jam sebelum waktu kedatangan yang dijadwalkan. Ini akan mengurangi risiko komplikasi. Jika anda menggunakan produk tembakau dalam waktu 8 jam dari waktu kedatangan yang dijadwalkan, operasi anda mungkin ditunda atau bahkan dibatalkan.

 

Alkohol: Jangan minum alkohol hingga 24 jam sebelum waktu kedatangan yang dijadwalkan.

 

Makanan Padat: Anda dapat makan makanan biasa hingga 8 jam sebelum waktu kedatangan yang dijadwalkan.

 

Makanan Padat: Anda dapat makan makanan ringan hingga 6 jam sebelum waktu kedatangan yang dijadwalkan.

 

Yang termasuk makanan ringan adalah:

  1. 2 potong roti panggang dengan topping ringan
  2. 1 granola atau protein bar
  3. 1 cangkir (250ml) oatmeal atau sereal panas lainnya — dan salah satunya:
  4. 450ml susu, kopi (dengan atau tanpa krim), jus (dengan atau tanpa ampas) atau minuman olahraga.

 

Minuman Bening: Minum minuman bening hingga 2 jam sebelum waktu kedatangan yang dijadwalkan.

 

Minuman bening yang dimaksud hanyalah:

  1. air
  2. jus buah tanpa ampas
  3. minuman olahraga
  4. soda
  5. kopi hitam tanpa krim atau krimer
  6. teh tanpa krim atau krimer.

 

Minum 350ml – 600ml minuman olahraga elektrolit (Gatorade® atau Powerade®) 2 jam sebelum waktu kedatangan yang dijadwalkan.

 

Permen Keras dan Permen Karet:

  1. Anda boleh memiliki permen keras (seperti setetes lemon atau permen tenggorokan) atau mengunyah permen karet hingga 2 jam sebelum waktu kedatangan yang dijadwalkan.
  2. Anda dapat menggunakan permen karet dan pelega tenggorokan untuk mengidam tembakau hingga 2 jam sebelum waktu kedatangan yang dijadwalkan.

 

Obat-obatan: Minum obataanda sesuai petunjuk dengan seteguk air.

Selama prosedur

Rincian prosedur

Transplantasi ginjal dilakukan pada anda dan pendonor di bawah anestesi umum, sehingga anda tidak sadarkan diri selama prosedur. Tim bedah juga selalu memantau detak jantung, tekanan darah, dan tingkat oksigen darah selama prosedur.

  1. Dokter bedah akan membuat sayatan dan menempatkan ginjal baru di perut bagian bawah anda, tepat di atas salah satu kaki anda, dan menghubungkannya ke pembuluh darah anda. Ginjal lama anda akan dibiarkan utuh kecuali jika memicu komplikasi seperti tekanan darah tinggi, batu ginjal, nyeri atau infeksi. Biasanya, ginjal pendonor yang akan diambil adalah ginjal kiri karena aksesnya mudah, kecuali jika fungsi ginjal kiri lebih rendah daripada ginjal kanan.
  2. Langkah terakhir adalah menghubungkan ureter dari ginjal yang didonorkan ke kandung kemih.
  3. Dalam kebanyakan kasus, ginjal akan segera mulai memproduksi urin.

 

Setelah prosedur

Setelah prosedur transplantasi ginjal, anda dapat:

 

1. Menghabiskan waktu sekitar seminggu di rumah sakit.

Tim medis kami akan memantau kondisi anda di area pemulihan pasca operasi untuk memeriksa adanya kemungkinan tanda-tanda komplikasi. Ginjal baru anda akan memproduksi urin dengan segera seperti yang biasa dilakukan ginjal lama anda saat masih sehat. Dalam beberapa kasus, mungkin memerlukan beberapa hari untuk memproduksi urin. Anda mungkin merasakan sakit atau nyeri di sekitar luka bekas operasi selama masa penyembuhan.

 

Sebagian besar pasien transplantasi ginjal dapat kembali bekerja dan beraktivitas normal dalam tiga hingga delapan minggu setelah prosedur. Pasien tidak dianjurkan untuk mengangkat benda dengan berat lebih dari 5kg atau melakukan olahraga berat selain berjalan kaki sampai luka benar-benar sembuh (biasanya sekitar enam minggu setelah operasi).

 

2. Sering melakukan pemeriksaan selama masa pemulihan dan seterusnya.

Pemantauan ketat diperlukan selama beberapa minggu. Anda mungkin memerlukan tes darah beberapa kali dalam seminggu dan selalu minum obat anda sesuai anjuran dalam minggu-minggu setelah transplantasi anda. Jika anda tinggal di kota atau negara lain, anda mungkin perlu mengatur ulang untuk tinggal di dekat pusat transplantasi.

 

3. Minum obat seumur hidup anda.

Anda harus minum sejumlah obat setelah transplantasi ginjal. Obat-obatan yang disebut imunosupresan (obat anti-penolakan) membantu menjaga agar sistem kekebalan anda tidak menyerang maupun menolak ginjal baru anda. Obat tambahan akan membantu mengurangi risiko komplikasi lain, seperti infeksi, setelah transplantasi anda.

Hasil

Setelah transplantasi ginjal berhasil, anda tidak perlu lagi cuci darah karena ginjal barulah yang akan menyaring darah anda.

 

Anda akan memerlukan obat untuk menekan sistem kekebalan demi mencegah tubuh anda menolak ginjal yang baru. Karena obat anti penolakan ini dapat membuat tubuh anda lebih rentan terhadap infeksi, maka dokter mungkin juga akan meresepkan obat antibakteri, antivirus, dan antijamur.

 

Setelah transplantasi, anda disarankan melakukan pemeriksaan kulit dengan dokter kulit untuk memeriksa kemungkinan kanker kulit dan anda juga disarankan untuk selalu memperbarui pemeriksaan kesehatan anda (termasuk pemeriksaan kanker).

 

Tergantung pada kondisi kesehatan anda, kemampuan untuk menjalani operasi, serta tingginya harapan hidup lebih berkualitas, ada beberapa kemungkinan tindakan untuk anda jika ginjal baru anda gagal berfungsi:

  1. Pertimbangkan untuk transplantasi kedua
  2. Melanjutkan prosedur cuci darah
  3. Menghentikan semua perawatan

 

Mengatur Pola Hidup Anda Pasca Transplantasi Ginjal

Saat anda beradaptasi dengan gaya hidup baru pasca transplatasi, penting untuk merencanakan hal-hal untuk hidup anda berikut ini ke depan:

  1. Bergabung dengan atau membentuk kelompok untuk mendukung anda
    Berbicara dengan orang lain yang memiliki pengalaman yang sama dengan anda sangat penting untuk membantu mengurangi stres. Memiliki sekelompok teman dan keluarga yang bernuansa positif dan selalu ada kapanpun untuk anda juga sangat membantu memperlancar segala urusan.
  2. Terhubung di media sosial
    Berbagi dan terhubung dengan orang-orang secara online dapat membantu dalam bertukar tips serta hal positif lainnya dan akan membantu anda memasuki kehidupan baru lebih mudah tanpa harus bertatap muka secara langsung.
  3. Mendapatkan layanan rehabilitasi
    Memiliki dukungan rehabilitasi sangat membantu ketika anda akan kembali bekerja setelah transplantasi ginjal.
  4. Menetapkan harapan dan pencapaian yang realistis untuk diri anda sendiri
    Kehidupan setelah transplantasi mungkin tidak sama. Jangan membuat diri anda stres dengan memiliki ekspektasi yang tidak realistis. Ikuti sesuai alur dan sesuaikan dengan kemampuan anda.
  5. Mempelajari lebih lanjut tentang kondisi anda
    Cari tahu sebanyak mungkin hal-hal yang berkaitan dengan kondisi kesehatan anda. Pengetahuan luas dapat membantu anda mengendalikan kesehatan anda menjadi lebih baik dan juga dapat membebaskan anda dari ketakutan yang tidak logis.
  6. Mempertahankan nutrisi baru dan merencanakan olahraga
    Olahraga teratur membantu meningkatkan tingkat energi dan kekuatan. Ini juga membantu anda mempertahankan berat badan yang ideal, mengurangi stres dan mencegah komplikasi seperti tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol tinggi. Ahli diet Anda di Island Hospital akan memberi anda panduan dan arahan tentang pilihan serta idea makanan sehat untuk disertakan dalam rencana nutrisi anda. Penting untuk mencatat apa yang dikatakan dokter untuk memastikan bahwa Anda tetap sehat untuk mencegah penyakit kronis yang akan memperumit situasi anda.

 

Penting untuk memahami sebanyak mungkin informasi saat anda menderita gagal ginjal kronis dan mempertimbangkan transplantasi ginjal sebagai pilihan. Bicaralah dengan kami sesegera mungkin untuk memahami prosedur lebih lanjut dan mempersiapkan diri lebih baik.